Doa Ketika Sa’i: Panduan Lengkap Doa dan Tata Cara Sa’i yang Benar

📅 18 September 2026👤 admin👁 0x dibaca

Doa Ketika Sa’i: Panduan Lengkapan untuk Jamaah Umroh

Sa’i adalah salah satu rukun umroh yang wajib dilakukan oleh setiap jamaah. Saat melakukan sa’i di antara bukit Shafa dan Marwah, ada baiknya Anda memanjatkan doa ketika sa’i yang sesuai dengan tuntunan sunnah. Memahami dan menghafal doa-doa ini akan menambah kekhusyukan ibadah Anda di Tanah Suci. Pada artikel ini, kami akan membagikan panduan lengkap doa ketika sa’i beserta tata cara pelaksanaannya.

Pengertian Sa’i dalam Ibadah Umroh

Apa Itu Sa’i?

Secara bahasa, sa’i berarti berusaha atau berjalan dengan cepat. Dalam konteks ibadah umroh dan haji, sa’i adalah berjalan bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali, dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap perjuangan Hajar istri Nabi Ibrahim AS dalam mencari air untuk putranya, Ismail AS.

Hukum Melakukan Sa’i

Sa’i termasuk rukun umroh yang wajib. Tanpa sa’i, ibadah umroh Anda tidak sah dan harus diulang. Umar bin Khattab RA berkata dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW: “Datuklah (ke Hajar), arakah (ke Madinah), dan berbuat sa’i (antara Shafa-Marwah).” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi).

Doa Ketika Sa’i yang Disyariatkan

Doa Sa’i Antara Shafa dan Marwah

Meskipun tidak ada doa khusus yang wajib dibaca saat sa’i, terdapat beberapa doa yang biasa diamalkan oleh jamaah dan diriwayatkan dari ulama salaf. Doa pertama yang bisa Anda baca saat memulai sa’i dari bukit Shafa:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Terpuji. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Pertolongan, petunjuk, dan karunia hanya dari Engkaulah. Segala puji bagi Engkau. Jika Engkau kehendaki, semua makhluk di langit dan bumi akan binasa. Semoga Engkau memberiku manfaat di akhirat dan di dunia.”

Doa panjang ini mengandung pengakuan akan keesaan Allah, permohonan pertolongan, dan keyakinan bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan atas segala sesuatu. Membacanya di awal sa’i akan meneguhkan hati Anda untuk memulai perjalanan suci ini dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Doa di Setiap Putaran Sa’i

Pada setiap putaran, Anda bisa membaca istighfar dan dzikir berikut:

“Astaghfirullahal ‘Azimilladzii lā ilāha illa huwal hayyal qayyum wa atubu ilayh.”

Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Selain itu, Anda juga bisa membaca doa Robbana Şaddiq’na yang merupakan doa para nabi ketika menghadapi kesulitan:

“Robbana şaddiq’na mā wa’adta rusulana wa lā tuxzil yaumal innaka lā tukhliful mi’ād.”

Doa ini dibaca saat melewati Hajar Aswad (titik tengah perjalanan antara Shafa dan Marwah), mengingatkan kita untuk selalu setia pada janji Allah dan tidak putus asa dalam menghadapi ujian hidup.

Doa Sa’i Saat Mendekati Multazam

Saat mendekati multazam (bagian depan Ka’bah yang terletak di antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad), disunnahkan untuk berdoa lebih khusyuk:

“Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bagiku pintu rahmat-Mu.”

Doa pendek namun penuh makna ini menggambarkan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Tuhannya. Di tempat yang mustajabah ini, berdoa dengan hati yang tulus akan semakin besar kemungkinannya dikabulkan oleh Allah SWT.

Doa lain yang juga bisa diselipkan saat berdoa setelah selesai sa’i di titik multazam (Area Hajar Aswad):

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keraguan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, dan kekafiran.”

Tata Cara Membaca Doa Sa’i yang Tepat

1. Ketika di Multawwa (Multazam)

Sebelum memulai sa’i, disunnahkan berhenti sebentar di Multawwa (bagian depan Ka’bah) untuk berdoa musajalah (berdoa langsung menghadap Ka’bah). Bacalah:

  • Doa istighfar dan permohonan ampun dengan penuh penyesalan
  • Doa-doa pribadi yang ingin Anda panjatkan untuk keluarga dan orang terdekat
  • Juga bisa membaca Al-Quran atau surah pendek yang Anda hafal untuk memperdalam kekhusyukan
  • Mohon dipandu oleh petunjuk travel untuk tata cara yang benar

2. Saat Meninggalkan Shafa Menuju Marwah

Mulailah sa’i dengan penuh khidmat. Bacalah doa-doa yang telah disebutkan di atas sambil berjalan tenang. Ingatlah bahwa sa’i ini menyimbolkan pencarian rezeki dan ilmu pengetahuan, sebagaimana pesan Nabi Ibrahim kepada istrinya.

3. Di Tengah Perjalanan Antara Dua Bukit

Saat berada di tengah-tengah, bacalah istighfar dan dzikir dengan suara pelan. Ini adalah momen untuk merenung dan memanjatkan doa-doa personal. Anda boleh meminta apa saja kepada Allah: kesehatan, rezeki, ketentraman rumah tangga, dan kesuksesan di dunia dan akhirat.

4. Saat Mendekati Marwah Menuju Shafa (Putaran Ganjil)

Pada putaran-putaran ganjil (1, 3, 5, 7) saat mendekati Marwah, disunnahkan untuk berjalan cepat sesuai tuntunan dan berdzikir: “La ilaha illallah” dan “Allahu Akbar”. Doakan pula keselamatan Anda dan keluarga.

5. Saat Akhir Putaran di Multazam

Pada putaran terakhir atau saat kembali ke Multazam untuk kedua kalinya, bacalah doa khusus:

“Ya Allah, anugerahkan kebaikan di dunia dan akhirat, dan lindungilah aku dari azab neraka.”

Doa ini adalah ringkasan dari seluruh harapan seorang muslim: kebaikan (hasanah) di dunia berupa kesehatan, rezeki, dan keluarga sakinah; serta kebaikan di akhirat berupa surga dan keselamatan dari neraka.

Adab dan Etika Sa’i

Selain membaca doa, ada beberapa adab yang perlu Anda perhatikan saat melakukan sa’i agar ibadah lebih sempurna:

  • Suci dari hadast kecil dan besar: Pastikan Anda berwudhu sebelum memulai sa’i. Jika wudhu batal di tengah jalan, Anda boleh mengulangnya di tempat yang tenang.
  • Menutup aurat: Bagi laki-laki, tutup antara lutut hingga pusar. Bagi perempuan, tutup seluruh badan kecuali wajah dan tangan. Pakaian juga harus tidak transparan.
  • Tidak mengganggu jamaah lain: Sa’i sering kali sangat ramai, terutama saat musim haji dan peak season umroh. Sabar dan tidak mendahuluui mereka perlu diutamakan demi kenyamanan bersama.
  • Berjalan dengan tenang di area shafa: Saat berjalan di area yang disunnahkan untuk berjalan (jalan antara titik lampu hijau), berjalanlah dengan tenang. Saat di area hijau (ditandai lampu hijau), disunnahkan berjalan cepat (harwalah) tanpa berlari.
  • Beri jalan kepada yang lemah: Jika ada lansia atau ibu hamil, prioritasilah mereka. Ini adalah bentuk ukhuwah Islamiyah yang sangat dianjurkan.
  • Jangan memotret dengan kamera: Demi kenyamanan semua jamaah, disarankan tidak memotret selama sa’i kecuali untuk keperluan resmi atau diri sendiri yang tidak mengganggu.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Lupa Doa?

Banyak jamaah yang khawatir jika mereka tidak bisa menghafal semua doa saat sa’i. Perlu diingat bahwa tidak ada doa wajib saat sa’i. Doa-doanya hanyalah sunnah (dianjurkan). Jika Anda lupa atau tidak hafal, tidak ada dosa atau kaffarat (denda) yang harus dibayar. Anda tetap bisa:

  • Membaca istighfar berulang-ulang: “Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah”
  • Membaca shalawat: “Allahumma shalli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad, kama shalta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid”
  • Membaca Al-Quran atau surah pendek yang Anda hafal seperti Surah Al-Fatihah atau Surah Al-Ikhlas
  • Memanjatkan doa dalam bahasa Anda sendiri, memohon rahmat, petunjuk, dan ampunan Allah
  • Mengucapkan “Subhanallah walhamdulillah wallahu akbar” berulang kali

Efektivitas Doa dalam Bahasa Sendiri

Menurut para ulama seperti Syeikh Ibn Utsaimin dan Syeikh Al-Fawzan, Anda diperbolehkan memanjatkan doa dalam bahasa apapun selama Anda memahami apa yang Anda doakan. Allah Maha Mendengar dan Maha Memahami segala bahasa. Rukun doa yang utama adalah keyakinan hati, kerendahan jiwa, dan pengharapan besar kepada Allah.

Jadikan momen sepanjang sa’i sebagai waktu untuk berkomunikasi langsung dengan Tuhan Anda. Setiap langkah yang Anda ambil bisa didoakan sesuai keinginan Anda. Doa dalam bahasa sendiri juga bisa lebih menghayati karena Anda benar-benar memahami apa yang Anda ungkapkan.

Perbedaan Doa Sa’i Umroh dan Haji

Apakah ada perbedaan doa saat sa’i antara umroh dan haji? Secara dasar, sa’i untuk umroh dan haji hukumnya sama (rukun). Doa-doanya pun tidak berbeda. Namun, perbedaan terletak pada:

  • Waktu pelaksanaan: Sa’i umroh dilakukan langsung sebelum thawaf dan bercukur (taqsir). Sa’i haji dilakukan setelah wukuf di Arafah dan kembali ke Makkah. Dalam haji ifadah, sa’i dilakukan bersama-sama dengan thawaf ifadah.
  • Jumlah putaran: Baik umroh maupun haji, sa’i dilakukan tujuh kali putaran antara Shafa dan Marwah, dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah. Tidak ada perbedaan dalam jumlah putaran.
  • Doa penutup: Doa penutup setelah selesai sa’i juga sama-sama di Multazam, dengan tambahan khusus bagi yang sudah selesai haji untuk memohon ampun atas dosa-dosanya yang telah terampuni.
  • Tahallul: Setelah selesai sa’i dan tahallul, bagi jamaah umroh biasanya dilakukan tawaf ifadah terlebih dahulu, baru sa’i. Bagi jamaah haji, urutannya bisa berbeda tergantung jenis haji yang diikuti.

Hikmah dan Keutamaan Sa’i

Sa’i拥有 hikmah yang sangat mendalam bagi setiap muslim yang melaksanakannya:

1. Mengenang Keteguhan Ibu Hajar

Sa’i adalah peringatan akan keteguhan hati ibu Hajar yang rela berjalan bolak-balik mencari air untuk anaknya. Dari perjuahan inilah tercetusnya perjalanan pencarian rezeki dan rahmat Allah yang terus mengalir hingga hari ini.

2. Latihan Kesabaran dan Keuletan

Jalan antara Shafa dan Marwah selama 400 meter dengan tujuh kali putaran menuntut kesabaran dan keuletan fisik. Ini adalah metafora perjalanan hidup manusia yang penuh dengan naik turunnya ujian.

3. Mendekatkan Diri pada Allah

Sa’i adalah momen yang sangat mustajab untuk berdoa. Sejak masa Rasulullah SAW, para sahabat telah memanfaatkan momen ini untuk memanjatkan doa-doa penting mereka.

4. Merasakan Persaudaraan Umat Islam

Melihat ribuan sa’i dari berbagai negara dengan bahasa dan warna kulit yang berbeda, namun semua menyembah Tuhan yang Esa, merupakan pengalaman yang sangat menghayati dan mempersatukan umat Islam.

Baca Juga

Semoga panduan doa ketika sa’i ini bermanfaat bagi Anda yang akan beribadah ke Tanah Suci. Dengan mempersiapkan doa-doa dan memahami adab sa’i, pengalaman ibadah Anda akan semakin sempurna dan penuh berkah. Jangan ragu untuk meminta informasi lebih lanjut kepada tim kami melalui tombol WhatsApp di bawah ini. Selamat menyiapkan diri untuk ibadah yang luar biasa ini!

📲 Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Konsultasi GRATIS dengan tim kami via WhatsApp. Siap membantu 24/7!

👉 Chat via WhatsApp

Butuh Informasi Paket Umroh Sesuai Budget?

Konsultasikan kebutuhan ibadah Anda dengan tim kami. Gratis dan tanpa komitmen.

💬 Chat WhatsApp Sekarang
📢 Bagikan: 📘 Facebook

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top