Apa Itu Ziarah Makkah dan Madinah?
Ziarah ke Makkah dan Madinah merupakan impian jutaan umat Islam di seluruh dunia. Setelah melaksanakan ibadah umroh atau haji, banyak jamaah yang menyempatkan diri untuk mengunjungi berbagai situs bersejarah Islam di kedua kota suci tersebut. Panduan ziarah Makkah dan madinah lengkap ini akan membantu Anda memahami tata cara, adab, dan tempat-tempat penting yang sebaiknya dikunjungi.
Berbeda dengan ziarah pada umumnya, ziarah di tanah suci memiliki kekhususan tersendiri. Setiap langkah kaki di tanah Haramain (Makkah dan Madinah) bernilai ibadah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah seseorang mengunjungi rumah-Ku (Ka’bah) dan Masjidku (Masjidil Nabawi) kecuali Allah akan memberikan kebaikan di dunia dan akhirat.” (HR. Ahmad)
Ziarah di Makkah: Tempat-Tempat Bersejarah yang Wajib Dikunjungi
1. Masjidil Haram dan Ka’bah
Masjidil Haram adalah masjid paling suci dalam Islam dan menjadi kiblat seluruh umat Islam di dunia. Di tengah masjid ini berdiri Ka’bah, rumah Allah yang menjadi pusat tawaf saat umroh dan haji. Bagi jamaah yang berziarah, melaksanakan sholat sunnah di Masjidil Haram memiliki keutamaan yang luar biasa — satu kali sholat sunnah di sini bernilai seratus ribu kali sholat di masjid lainnya.
Tips ziarah di Masjidil Haram:
- Datanglah lebih awal, terutama saat musim haji dan ramadan
- Manfaatkan waktu di Hijir Ismail untuk berdoa, karena tempat ini diyakini mustajab
- Jangan lupa minum air Zamzam setelah selesai tawaf atau sholat sunnah
- Perhatikan jadwal sholat berjamaah agar bisa mendapatkan shaf terdepan
2. Bukit Shafa dan Marwah
Bukit Shafa dan Marwah merupakan saksi sejarah perjuangan Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, yang berlari-lari kecil mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS. Saat ini, kedua bukit ini telah menjadi bagian dari kompleks Masjidil Haram dengan koridor berpendingin udara yang memudahkan jamaah melakukan sai.
Bagi yang berziarah, mengunjungi area Shafa-Marwah sambil merenungi kisah Nabi Ibrahim dan Hajar bisa menjadi pengalaman spiritual yang mendalam. Tempat ini mengingatkan kita pada kesabaran dan tawakal seorang ibu kepada Allah SWT.
3. Gua Hira di Jabal Nur
Gua Hira terletak di puncak Jabal Nur (Bukit Cahaya), sekitar 5 km dari Ka’bah. Di gua inilah Nabi Muhammad ﷺ menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril. Meskipun mendaki ke gua ini cukup melelahkan, banyak jamaah yang rela berjalan kaki untuk merasakan atmosfer tempat turunnya wahyu pertama.
Catatan penting: Pemerintah Arab Saudi tidak menganjurkan ziarah ke Gua Hira karena medan yang terjal dan berbahaya. Jika tetap ingin berkunjung, pastikan Anda dalam kondisi fisik yang baik dan membawa air minum yang cukup.
4. Gua Tsur
Gua Tsur terletak di selatan Makkah, di Gunung Tsur. Di sinilah Nabi Muhammad ﷺ dan Abu RA bersembunyi selama perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah. Kisah laba-laba yang membuat sarang dan merpati yang bertelur di mulut gua menjadi bukti nyata pertolongan Allah SWT.
5. Jabal Rahmah (Bukit Rahmat)
Jabal Rahmah terletak di padang Arafah. Menurut riwayat, di sinilah Nabi Adam dan Hawa bertemu kembali setelah diturunkan ke bumi. Bagi jamaah haji, tempat ini menjadi titik paling penting saat wukuf. Bagi jamaah umroh yang berziarah, mengunjungi Jabal Rahmah bisa menjadi momen refleksi yang sangat bermakna.
6. Pemakaman Ma’la dan Jannatul Mu’alla
Pemakaman Ma’la (Jannatul Mu’alla) adalah salah satu pemakaman tertua di Makkah. Di sini terbaring Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Rasulullah ﷺ, serta beberapa sahabat dan keluarga Nabi. Mengunjungi pemakaman ini merupakan adab yang dianjurkan untuk mendoakan orang-orang yang telah mendahului kita dalam keimanan.
Ziarah di Madinah: Menelusuri Jejak Rasulullah ﷺ
1. Masjidil Nabawi
Masjidil Nabawi adalah masjid kedua paling suci dalam Islam dan menjadi tempat peristirahatan terakhir Rasulullah ﷺ. Sholat di Masjidil Nabahi memiliki keutamaan seribu kali sholat di masjid lain (selain Masjidil Haram). Di dalam masjid terdapat Raudhah — area antara mimbar dan makam Nabi ﷺ — yang menurut hadits adalah “taman dari surga.”
Adab ziarah di Masjidil Nabawi:
- Masuk melalui pintu Baqi’ (Pintu 30) jika memungkinkan
- Ucapkan salam kepada Rasulullah ﷺ dan kedua sahabatnya (Abu Bakar dan Umar) di dekat makam
- Berdoa dengan suara pelan dan penuh adab
- Menghadap makam dengan membelakangi kiblat
- Tidak mengusap dinding atau pagar makam (menghindari perbuatan syirik)
2. Makam Rasulullah ﷺ dan Para Sahabat
Makam Rasulullah ﷺ terletak di dalam kubah hijau di sisi tenggara Masjidil Nabawi. Di sampingnya terbaring makam Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab RA. Mengunjungi makam ini merupakan bagian penting dari ziarah ke Madinah, namun harus dilakukan dengan adab yang benar sesuai sunnah.
3. Masjid Quba
Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah ﷺ saat hijrah ke Madinah. Sholat sunnah dua rakaat di Masjid Quba memiliki keutamaan setara dengan satu kali umroh. Rasulullah ﷺ sendiri rutin mengunjungi masjid ini setiap hari Sabtu, baik dengan berjalan kaki maupun berkendara.
Tips: Luangkan waktu untuk sholat sunnah di Masjid Qiba saat berkunjung ke Madinah. Masjid ini telah direnovasi dan diperluas sehingga mampu menampung ribuan jamaah.
4. Masjid Qiblatain
Masjid Qiblatain (Masjid Dua Kiblat) memiliki sejarah unik dalam Islam. Di sinilah turun perintah Allah SWT untuk mengubah arah kiblat dari Baitul Maqdis (Yerusalem) ke Ka’bah (Makkah). Saat ini, masjid ini memiliki dua mihrab — satu menghadap utara (arah Baitul Maqdis) dan satu menghadap barat daya (arah Ka’bah).
5. Jabal Uhud dan Makam Syuhada Uhud
Jabal Uhud adalah tempat terjadinya Perang Uhud, salah satu perang penting dalam sejarah Islam. Di kaki gunung ini terbaring makam Hamza bin Abdul Muthalib RA, paman Rasulullah ﷺ yang dijuluki “Singa Allah” dan 70 sahabat lainnya yang gugur dalam perang tersebut.
Mengunjungi makam Syuhada Uhud merupakan salah satu adab ziarah di Madinah. Kita dianjurkan untuk mendoakan mereka dan merenungi pengorbanan yang telah mereka berikan untuk menegakkan kalimat Allah.
6. Pemakaman Baqi’ (Jannatul Baqi’)
Pemakaman Baqi’ terletak tepat di sebelah timur Masjidil Nabawi. Di pemakaman ini terbaring ribuan sahabat, keluarga, dan keturunan Nabi Muhammad ﷺ, termasuk:
- Utsman bin Affan RA, khalifah ketiga
- Abbas bin Abdul Muthalib RA, paman Nabi ﷺ
- Hasan bin Ali RA, cucu Nabi ﷺ
- Para istri Nabi ﷺ (Ummul Mu’minin)
- Putri-putri Nabi ﷺ
Mengunjungi Baqi’ sangat dianjurkan, terutama pada hari Jumat. Ucapkan salam dan mendoakan penghuni kubur dengan penuh khuduk dan ta’zhim.
Tata Cara dan Adab Ziarah
Niat dan Persiapan Spiritual
Sebelum berziarah, hendaknya Anda memurnikan niat semata-mata karena Allah SWT. Ziarah bukan sekadar wisata religi, melainkan perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meneladani jejak para nabi dan sahabat.
Doa berziarah:
“Assalamu’alaikum ahlad-diyaari minal mu’minaati wal muslimiina, wa innaa in syaa-Allahu bikum laahiquun, nas’alullaha lanaa wa lakumul ‘aafiyah.”
(Semoga keselamatan tercurah kepada penghuni rumah (kubur) orang-orang mukmin dan muslim, dan insya Allah kami akan menyusul kami. Kami memohon kepada Allah kesehatan untuk kami dan untuk kalian.)
Adab Saat Berziarah
- Tidak mengusap-usap atau mencium makam — Hal ini bertentangan dengan ajaran Islam yang melarang berlebihan dalam memuliakan makhluk.
- Tidak meminta kepada penghuni kubur — Doa hanya ditujukan kepada Allah SWT semata.
- Menjaga suara tetap pelan — Hindari berbicara keras atau tertawa di area makam.
- Membaca Al-Quran dan berdzikir — Manfaatkan waktu di tempat-tempat suci untuk memperbanyak ibadah.
- Menjaga kebersihan — Jangan membuang sampah sembarangan, terutama di area masjid dan pemakaman.
Jadwal dan Waktu Terbaik untuk Ziarah
Waktu terbaik untuk ziarah ke Makkah dan Madinah adalah:
- Bulan Ramadan: Keberkahan berlipat ganda, namun jumlah jamaah sangat padat
- Bulan Syawal dan Dzulhijjah: Bertepatan dengan musim haji, suasana sangat khusyuk
- Bulan Rajab dan Sya’ban: Jumlah jamaah relatif lebih sedikit, cocok yang ingin lebih khusyuk
- Selain musim haji: Cuaca lebih bersahal dan harga paket umroh lebih terjangkau
Untuk ziarah di Masjidil Nabawi, waktu terbaik adalah:
- Sebelum sholat Subuh — suasana tenang dan sepi
- Setelah sholat Dzuhur — banyak waktu luang sebelum Ashar
- Malam hari — suasanayang syahdu untuk beribadah
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah ziarah ke Madinah wajib saat umroh?
Ziarah ke Madinah tidak wajib dalam ibadah umroh maupun haji. Namun, mengunjungi Masjidil Nabawi dan makam Rasulullah ﷺ sangat dianjurkan (sunnah muakkad) karena keutamaannya yang luar biasa.
2. Berapa lama idealnya ziarah di Makkah dan Madinah?
Idealnya, alokasikan minimal 3-4 hari di Makkah dan 2-3 hari di Madinah. Dengan waktu tersebut, Anda bisa mengunjungi semua tempat ziarah utama tanpa terburu-buru sambil tetap menjalankan ibadah dengan khusyuk.
3. Bolehkan wanita berziarah tanpa mahram?
Menurut ketentuan Kemenag RI, wanita di bawah 45 tahun wajib didampingi mahram saat umroh. Untuk ziarah, adab yang sama berlaku — selalu didampingi mahram atau suami untuk keamanan dan kenyamanan.
4. Apakah boleh sholat sunnah di Raudhah?
Raudhah adalah area antara mimbar dan makam Nabi ﷺ di Masjidil Nabawi. Sholat sunnah di sini sangat dianjurkan karena keutamaannya. Namun, karena keterbatasan ruang, Anda mungkin perlu antri atau mencari waktu yang sepi.
5. Bagaimana cara ziarah yang benar sesuai sunnah?
Ziarah yang benar sesuai sunnah adalah dengan: (1) datang dengan niat baik, (2) mengucapkan salam kepada penghuni kubur, (3) mendoakan mereka, (4) tidak mengusap-usap atau meminta sesuatu kepada penghuni kubur, (5) menjaga adab dan kebersihan.
Artikel Lengkap tentang Destinasi & Ziarah
Untuk memperdalam pengetahuan Anda tentang ziarah di tanah suci, berikut artikel-artikel pendukung yang bisa Anda baca:
- Ziarah di Makkah: Panduan Lengkap Tempat-Tempat Bersejarah (Segera Hadir)
- Ziarah di Madinah: Mengunjungi Situs-Situs Penting Islam (Segera Hadir)
- Sejarah Kota Madinah: dari Peradaban Kuno hingga Pusat Dakwah Islam (Segera Hadir)
- Makanan Halal di Arab Saudi: Kuliner Khas yang Wajib Dicoba (Segera Hadir)
Penutup
Ziarah ke Makkah dan Madinah adalah pengalaman spiritual yang tidak ternilai harganya. Setiap langkah kaki di tanah Haramain adalah ibadah, setiap doa yang dipanjatkan di tempat-tempat suci memiliki keistimewaan tersendiri. Semoga panduan ziarah Makkah dan madinah lengkap ini bermanfaat bagi Anda yang sedang mempersiapkan perjalanan suci ke tanah Haramain.
Ingatlah untuk selalu memurnikan niat, menjaga adab, dan memanfaatkan setiap momen di tanah suci untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua dan memudahkan langkah Anda untuk mengunjungi rumah-Nya.
📲 Butuh Informasi Lebih Lanjut?
Konsultasi GRATIS dengan tim kami via WhatsApp. Siap membantu 24/7!
Butuh Informasi Paket Umroh Sesuai Budget?
Konsultasikan kebutuhan ibadah Anda dengan tim kami. Gratis dan tanpa komitmen.
💬 Chat WhatsApp Sekarang